Sunday, December 4, 2011

Brotowali





Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers.hen jin t)
Sinonim :
Tinospora rumphii, Boerl. T. tuberculata Beumee. Cocculus Crispus, DC. Menispermum verrucosum. M.crispum, Linn. M.tuberculatum, Lamk.

Familia : Menispermaceae


Uraian :
Tumbuhan liar di hutan, ladang atau ditanam dihalaman dekat pagar. Biasa ditanam sebagai tumbuhan obat. Menyukai tempat panas, termasuk perdu, memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak budar telur berujung lancip, panjang 7 - 12 cm, lebar 5 - 10 cm. Bunga kecil, warna hijau muda, berbentuk tandan semu. Diperbanyak dengan stek.

Nama Lokal :
Antawali, bratawali, putrawali, daun gadel (Jawa); Andawali (Sunda), Antawali (Bali); Shen jin teng (China).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik, Demam, Nafsu makan, Kencing manis

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI : Batang.

KEGUNAAN :
1. Rheumatic arthritis, rheumatik sendi pinggul (sciatica), memar.
2. Demam, merangsang nafsu makan, demam kuning.
3. Kencing manis.

PEMAKAIAN : 10 - 15 gr ,  rebus , minum.

PEMAKAIAN LUAR   : Air rebusan batang brotowali dipakai untuk cuci koreng, kudis, luka-luka.

CARA PEMAKAIAN  :
1. Rheumatik : 
    1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus
 dengan 3 gelas air sampai 

    menjadi 1 1/2 gelas.  Setelah dingin 
disaring, ditambah madu secukupnya, minum.  Sehari 3 x 1/2 

    gelas.


2. Demam kuning (icteric)  : 
    1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 
gelas air sampai menjadi 1 1/2 

    gelas. Diminum dengan madu 
secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas.  


3. Demam : 
    2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 
gelas.  Setelah dingin, 

    diminum 
dengan madu secukupnya. Sehari 2x
1/2 gelas.




4. Kencing manis : 
    1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4 jari ± 6 cm batang brotowali 
    dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah 
    makan, sehari 2 X 1 gelas.

5. Kudis (scabies) : 
    3  jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan 
    minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.

6. Luka  : 
    Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari.  Untuk mencuci luka, 
    dipakai air rebusan batang brotowali.



Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Pahit, sejuk. Menghilangkan sakit (Analgetik), penurun panas (antipiretik), melancarkan meridian. KANDUNGAN KIMIA : Alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid,zat pahit pikroretin, harsa, berberin dan palmatin. Akar mengandung alkaloid berberin dan kolumbin.
sumber : http://www.iptek.net.id





0 komentar:

Post a Comment

 
Powered by Blogger